catatan an-yail

Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Jumlah Gigi Kurang dari 24 Rawan Kena Stroke

img

Jakarta, Jumlah gigi orang dewasa yang normal adalah sebanyak 32 buah. Ilmuwan menemukan orang yang memiliki jumlah gigi kurang dari 24 gigi berisiko terkena stroke.

Penelitian yang dilakukan Universitas Hiroshima menemukan orang yang mempunyai gigi kurang dari 24 buah punya peluang 60 persen terkena stroke.

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan pasien stroke yang berusia 50 tahun ternyata sebagian besar punya gigi yang jumlahnya kurang dari 24.

Para peneliti juga memperhitungkan berbagai faktor risiko lain yang terkait dengan stroke seperti kebiasaan merokok, obesitas dan penggunaan alkohol.

Namun masalah gigi menjadi perhatian serius karena gigi yang tidak bersih terkait dengan kerusakan gigi yang nantinya akan mempengaruhi jumlah gigi.

Gigi tidak bersih karena pada sela-sela gigi menempel sisa makanan yang kemudian menjadi plak. Timbunan plak ini akan membuat gusi mudah sakit dan berdarah sehingga mempengaruhi kekuatan gigi. Gigi yang tidak kuat akhirnya banyak yang copot.

"Penemuan ini menunjukkan bahwa kehilangan gigi berhubungan erat dengan risiko stroke iskemik atau pun perdarahan," kata Dr Mitsuyoshi Yoshida, yang memimpin penelitian tersebut seperti dilansir dari dailymail, Minggu (20/3/2011).

Penelitian ini juga tidak berbeda jauh dengan penelitian sebelumnya yang menemukan adanya hubungan antara penyakit gigi dan mulut dengan risiko penyakit jantung.

Mulut yang menderita penyakit gigi dan gusi akan dipenuhi dengan bakteri yang mengakibatkan timbulnya plak yang lengket pada gigi.

Timbunan plak yang mengandung banyak mikroorganisme itu kemudian masuk ke pembuluh darah (arteri), yang jika terakumualsi akan mengganggu lapisan pembuluh darah.

Akibatnya darah yang mengalir ke otak atau jantung bisa terhambat karena plak-plak yang mengandung mikroorganisme dapat menyebabkan gumpalan darah sehingga aliran darah tidak lancar. Jika pembuluh darah tersumbat maka oksigen tidak sampai ke otak yang menyebabkan stroke.

"Bakteri di mulut akibat penyakit gusi dan gigi berkontribusi pada penyempitan dinding pembuluh darah yang dapat mengakibatkan stroke," kata Dr Sharlin Ahmed dari The Stroke Association.

Maka itu ilmuwan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Munculnya penyakitgusi juga harus dihindari karena penyakit gusi mengakibatkan gigi mudah tanggal.

Selain menyikat gigi secara teratur, ilmuwan menyarankan untuk menggunakan benang gigi (floss) agar sisa-sisa makanan yang menyempil terlalu dalam bisa terjangkau. Dengan gigi yang bersih maka plak-plak juga tidak akan muncul.

Ludah Kelelawar Penghisap Darah Bisa Mengatasi Stroke

img

Ohio, Kelelawar vampire terkenal sebagai penghisap darah dari satwa liar, ternak atau darah manusia. Studi baru menemukan bahwa air liur (ludah) dari kelelawar vampire bisa membantu mengencerkan darah dan menolong pasien stroke.

Penelitian menemukan air liur kelelawar vampire mengandung enzim DSPA (desmoteplase). Enzim inilah yang berfungsi mengencerkan darah korban sehingga membantu mengalirkan darah lebih leluasa.

DSPA ini juga bisa digunakan untuk memecah gumpalan darah di otak yang bisa menyebabkan seseorang mengalami stroke. Sebagian besar stroke yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh pembekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak atau stroke istemik.

Kondisi ini akan menghalangi aliran darah dan oksigen sehingga bisa mengakibatkan kematian jaringan. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan efek yang abadi seperti kelumpuhan, gangguan bicara dan penurunan kemampuan kognitif.

Pada proses penanganan stroke, waktu memainkan peran yang penting untuk mengurangi risiko kerusakan otak yang mungkin terjadi. Makin cepat ditangani makin besar peluang untuk sembuhnya. Disinilah peran dari DSPA yang terkandung dalam air liur kelelawar tersebut.

Dalam jurnal Stroke: Journal of the American Heart Association peneliti menemukan bahwa DSPA mungkin tidak hanya bisa bekerja dengan baik, tapi juga membantu pasien menunggu waktu lebih lama untuk mencari pengobatan.

Dalam studi ini Robert L Medcalf dari Monash University di Australia menyuntikkan DSPA ke otak tikus. Diketahui DSPA ini menyerang fibrin tapi tidak menyebabkan kerusakan otak. Para ilmuwan menunjukkan bahwa DSPA bisa diberikan hingga 9 jam setelah seseorang terkena stroke tanpa efek samping.

DSPA pertama kali ditemukan tahun 2003 dan studi pada manusia pertama yang kompleks dilakukan tahun 2006 oleh peneliti dari Ohio State University Medical Center. Didapatkan bahwa obat tersebut aman dan ditoleransi dengan baik oleh pasien. Saat ini studi ditujukan untuk menentukan apakah obat ini memiliki manfaat klinis untuk pasien stroke.

"Kami ingin menawarkan pilihan lain untuk pasien ketika mereka terkena stroke. Karena semakin lama mereka mencari bantuan, maka pilihan yang tersedia semakin sedikit karena kerusakan sudah terjadi di otak," ujar Dr Michel Torbey dari Ohio State, seperti dikutip dari Healthland.TIME, Rabu (11/5/2011).

Pencinta Minyak Zaitun Bisa Menjauh dari Risiko Stroke

img

Jakarta, Berbahagialah bagi Anda pencinta minyak zaitun. Karena penggunaan minyak zaitun terutama untuk mengolah bahan makanan bisa menurunkan risiko terkena stroke.

Studi yang dipimpin oleh Cecilia Samieri melibatkan 7.625 orang dewasa berusia 65 tahun dan yang lebih tua dengan memonitor pola makan dan gaya hidupnya. Partisipan yang menggunakan minyak zaitun dianggap sebagai 'pengguna intensif'.

Setelah dipantau selama 5 tahun peneliti menemukan orang yang secara teratur menggunakan minyak zaitun memiliki risiko 41 persen lebih rendah terkena stroke dibanding orang yang tidak pernah menggunakan minyak zaitun.

Hasil temuan ini dilaporkan dalam jurnal Neurology. Hal ini mengisyaratkan hubungan bahwa penggunaan minyak zaitun tidak hanya bermanfaat untuk penyakit jantung tapi juga pada stroke.

Dalam beberapa uji klinis telah diketahui bahwa penggunaan minyak zaitun dalam masakan bisa membantu mengendalikan faktor risiko dari penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, obesitas perut dan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL).

Dan pada studi sebelumnya didapatkan asupan minyak zaitun yang tinggi telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah serangan jantung dan memperpanjang usia korban serangan jantung.

"Penelitian ini merupakan studi observasional dan menemukan korelasi antara penggunaan minyak zaitun dengan risiko stroke. Orang yang menggunakan minyak zaitun mungkin memiliki risiko berbeda daripada yang tidak," ujar Dr Nikolaos Scarmeas, ahli saraf dari Columbia University Medical Center di New York, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/6/2011).

Para ahli mengungkapkan bahwa temuan baru ini semakin menguatkan saran untuk mengganti penggunaan lemak jenuh (ditemukan dalam daging dan susu) dan lemak trans (ditemukan di beberapa makanan olahan seperti kerupuk, kue dan keripik) dengan minyak zaitun atau lemak tak jenuh lainnya.

Minyak zaitun diketahui mengandung lemak tak jenuh yang lebih baik untuk tubuh dan kesehatan. Minyak ini memiliki aroma tersendiri yang berasal dari buah zaitun yang diperas dengan menggunakan berbagai cara.

Serangan Stroke Tak Bisa Dibantu dengan Tusuk Jarum di Telinga

img

Jakarta, Ada anggapan bahwa pertolongan pertama pada orang yang terkena stroke adalah dengan menusuk telinganya pakai jarum. Konon katanya hal itu untuk mencegah terjadinya perdarahan parah di otak. Sayangnya tidak ada bukti ilmiah yang menguatkan klaim tersebut dan dokter malah tidak menyarankannya.

Darah yang keluar ketika telinga ditusuk jarum diyakini akan mengurangi volume darah yang mengalir di sekitar otak. Berkurangnya volume darah akan menurunkan tekanannya, sehingga risiko perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah akan berkurang.

Namun pakar stroke asal Florida, Jose Vega MD, PhD menegaskan bahwa seorang dokter tidak mungkin menyarankan hal itu. Langkah terbaik saat terjadi serangan stroke adalah secepatnya memanggil ambulans, agar korban mendapat pertolongan yang lebih baik di rumah sakit.

"Dalam waktu 3 jam, orang stroke harus segera mendapatkan t-PA (obat untuk memecah gumpalan darah). Setiap menit sangat berharga jadi jangan pernah buang-buang waktu," ungkap Dr John Vega dalam tulisannya seperti dikutip dari About.com, Rabu (8/6/2011).

Menusuk telinga dengan jarum hingga berdarah tidak akan mengatasi serangan stroke yang dipicu oleh penggumpalan darah atau yang disebut stroke iskemik. Meski telinganya berdarah, otak tetap tidak mendapat suplai oksigen karena pembuluh darahnya masih tersumbat.

Sementara untuk stroke akibat perdarahan otak atau stroke hemoragi, hingga kini belum ada bukti ilmiah bahwa menusuk telinga bisa menolong. Cara ini justru berisiko memicu infeksi jika jarumnya tidak steril, atau perdarahan yang tidak terkendali jika cara menusuknya salah.

Stroke terjadi ketika sel-sel otak mengalami kerusakan akibat suplai darah terganggu, baik karena tersumbat maupun sebab lain. Lain penyebab, lain pula penanganannya sehingga tidak mungkin dilakukan sendiri tanpa bantuan alat-alat monitoring yang canggih seperti di rumah sakit.

Mengingat jenis stroke ada berbagai macam dan masing-masing memiliki faktor pemicu yang berbeda, maka langkah terbaik adalah membawa pasien ke rumah sakit secepat mungkin. Di rumah sakit, dokter akan memeriksa dan menentukan jenis terapi yang paling sesuai.

Tanda-tanda akan Datangnya Stroke

img

Jakarta, Stroke termasuk salah satu penyakit yang ditakuti masyarakat karena bisa menyebabkan kecacatan dan kematian. Ada tanda-tanda saat penyakit akibat tersumbatnya pembuluh darah ke otak ini akan datang.

Sebagian besar stroke terjadi akibat adanya penyumbatan aliran darah di arteri yang menuju otak. Ketika kondisi ini terjadi maka bagian otak yang tidak mendapatkan asupan darah cukup berisiko mengalami kerusakan, dan tidak bisa mengendalikan fungsi tubuh.

Kerusakan yang timbul bisa bersifat sementara atau permanen, sebagian saja atau keseluruhan tubuh. Semakin cepat penanganan yang diberikan, maka semakin cepat darah yang bisa menuju otak sehingga kerusakan bisa diminimalkan.

Tanda-tanda akan datangnya stroke yang harus diwaspadai karena bisa menjadi suatu peringatan seperti dikutip daristrokeassociation.org, Senin (22/8/2011) yaitu:


Mengalami mati rasa atau kelemahan secara tiba-tiba di lengan, wajah atau kaki, terutama jika hanya terjadi di satu sisi tubuh saja.
Mengalami kebingungan serta kesulitan untuk berbicara dan memahaminya secara tiba-tiba.
Mengalami kesulitan melihat pada satu atau kedua mata secara tiba-tiba.
Kesulitan berjalan, pusing, kehilangan keseimbangan atau koordinasi secara tiba-tiba.
Tiba-tiba merasa sakit kepala yang parah tanpa diketahui penyebabnya.
Carilah segera bantuan medis jika melihat atau mengalami gejala tersebut, bahkan jika gejala yang muncul fluktuasi atau hilang timbul. Karena mendapatkan pertolongan dalam waktu 60 menit sejak gejala pertama muncul bisa membantu memaksimalkan efektivitas evaluasi dan pengobatan.

Orang-orang yang rawan terkena stroke adalah:


Orang yang memiliki aterosklerosis (pengerasan di arteri)
Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol
Memiliki tekanan darah tinggi
Punya tingkat kolesterol yang tinggi
Perokok
Orang yang pernah mengalami serangan iskemik transient (Trancient Ischemic Attack/TIA) sebelumnya
Penderita penyakit jantung
Memiliki penyakit carotid artery (penyakit pada arteri yang membawa darah ke otak)
Jika diketahui memiliki faktor risiko terhadap stroke, maka lakukan hal-hal berikut sebagai bentuk pencegahan untuk menghindari serangan stroke yaitu:


Mengikuti saran dokter untuk mengendalikan tekanan darah agar tetap normal
Menghindari makanan yang tinggi lemak dan kolesterol, serta mengonsumsi sedikit sodium (garam)
Menjaga kadar gula darah agar tetap terkontrol
Segera berhenti merokok, jika memang tidak merokok maka jangan pernah memulainya dan hindari asap rokok
Menjaga berat badan agar tetap sehat, karena berat badan yang berlebih bisa memberikan kontribusi terhadap faktor risiko lain untuk stroke
Berolahraga secara teratur, karena bisa menurunkan tekanan darah, meningkatkan kadar kolesterol baik HDL dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh seperti pembuluh darah dan jantung.
Jika tergolong penyuka alkohol, maka batasi asupan alkohol yang dikonsumsi.